PMII Komisariat Majapahit Aktualisasikan Nilai NDP melalui Gerakan Bakti Sosial untuk Anak Yatim Piatu
MOJOKERTO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Majapahit Mojokerto periode 2025–2026 menggelar Gerakan Bakti Sosial sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII dalam kehidupan bermasyarakat. Puncak kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 1 November 2026, di Villa Do'a Yatim Sejahtera, Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Rayon Al-Hambra. Momentum ini menjadi ruang bagi kader untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menerjemahkan nilai-nilai pergerakan ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Gerakan bakti sosial ini dikoordinasikan oleh Ketua PMII Komisariat Majapahit, Imron Hamzah, bersama Ketua Rayon Dwipa Mandala, Sahabat Alvan, serta Ketua Rayon Al-Hambra, Fiul. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum puncak kegiatan, panitia membuka posko pengumpulan donasi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum hingga 31 Oktober 2026. Bantuan yang diterima tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, serta barang-barang yang dapat dimanfaatkan oleh balita, anak-anak, hingga lanjut usia.
Bagi PMII, kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari upaya mengaktualisasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), khususnya nilai hubungan antarmanusia atau hablum minannas. Nilai tersebut tercermin melalui kepedulian, solidaritas, dan semangat saling membantu tanpa membedakan latar belakang.
NDP PMII menjadi landasan bagi kader untuk memahami bahwa gerakan mahasiswa tidak cukup berhenti pada ruang diskusi dan kajian intelektual. Nilai-nilai yang dipelajari perlu diwujudkan dalam tindakan konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui bakti sosial, kader diajak untuk mengembangkan kepekaan terhadap kondisi sosial sekaligus memperkuat tanggung jawab kemanusiaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi, khususnya bagi anggota baru yang mengikuti MAPABA. Pengalaman terlibat dalam kegiatan sosial diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa menjadi kader PMII berarti bersedia belajar, berproses, dan hadir memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Berlandaskan semboyan “Dzikir, Fikir, Amal Sholeh”, PMII Komisariat Majapahit berupaya menyelaraskan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial dalam gerakan organisasi. Kepedulian terhadap anak yatim piatu menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut.
Melalui Gerakan Bakti Sosial ini, PMII Komisariat Majapahit berharap nilai-nilai NDP tidak hanya dipahami sebagai konsep dalam proses kaderisasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kader PMII dapat terus menumbuhkan tradisi pengabdian, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang berdampak positif bagi masyarakat.D.rhwn




Tidak ada komentar:
Posting Komentar